Langsung ke konten utama

Keutamaan Shalat Subuh Berjama’ah Meski Harus Merangkak

Keutamaan Shalat Subuh Berjama’ah Meski Harus Merangkak
Anakpondok.com - Keutamaan Shalat Subuh Berjama’ah Meski Harus Merangkak

Sebagai pilar Islam yang paling utama setelah syahadatain, pelaksanaan  sholat seharusnya tak semata-mata untuk menggugurkan kewajaiban, lebih dari itu, kualitasnya  juga harus kita perhatikan, mulai  cara yang benar, tepat pada waktu, dan di tempat yang telah ditentukan yaitu masjid dengan berjamaah.

Melihat realita kaum muslimin hari ini, dahi ini akan berkerut. Ternyata  kaum muslimin masih banyak yang belum melaksanakan sholat sebagaimana mestinya. Mulai dari syarat dan rukun yang tak terpenuhi,  penundaan sholat hingga habis waktunya, hingga yang paling banyak terjadi yaitu melalaikan dan meremehkan sholat berjamaah di masjid. Banyak masjid yang kosong dari jamaah. Seandainya ada itu pun hanya pada waktu- waktu tertentu. Dari lima waktu sholat, sholat maghrib relatif paling banyak jamaahnya. Sedang yang paling sepi pengunjung adalah sholat subuh, padahal Rasulullah ` tak pernah meninggalkan sholat fardhu secara berjama’ah. Lebih-lebih  sholat subuh, karena  keutamaan  dan pahala yang luar biasa.

Disaksikan Malaikat penjaga malam dan siang
“Sholat kalian dengan berjamaah lebih baik 25 bagian daripada sholat sendirian, dan para malaikat penjaga siang dan malam berkumpul pada sholat subuh”. Abu Hurairah berkata: jika kalian ingin tahu bacalah firman Allah “Dan kerjakanlah sholat shubuh, Sesungguhnya sholat shubuh itu disaksikan”. Al Isra:78. ( HR.Bukhari dan Muslim ).

Dalam riwayat  lain disebutkan:

“Malaikat siang dan malam berkumpul pada waktu sholat shubuh dan ‘ashar.  Pada waktu shubuh malaikat malam naik dan digantikan malaikat siang. Pada waktu ashar malaikat siang naik dan digantikan oleh malaikat malam.  Kemudia mereka ditanya oleh Allah : “Bagaimana keadaan hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?”. Para malaikat menjawab: “Kami datangi mereka,sedang mereka dalam keadaan sholat.  Kami tinggalkan pula mereka, dalam keadaan sholat ”. ( HR. Ahmad )

Sholat subuh berjamaah merupakan standar kemuliaan suatu umat.  Umat yang melalaikan shalat shubuh berjamaah, tak berhak mendapatkan kejayaan, bahkan layak  diganti dengan umat yang lain. Hanya Umat yang menjaga sholat shubuh berjamaah yang layak mendapatkan kemuliaan dan kejayaan . Bukankah  kaum ‘Aad, Tsamud dan kaum pendurhaka lainnya dihancurkan Allah l pada waktu subuh?!. Subuh merupakan era baru  yang akan menentukan kualitas seseorang, apakah ia pemenang ataukah pecundang, apakah  bermental kuat ataukah lemah.

Diselamatkan dari api neraka

Rasulullah ` bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidak akan masuk neraka orang yang sholat sebelum terbit matahari (subuh ) dan sholat sebelum tenggelam matahari (‘asar)”. ( HR. Muslim )

Dalam riwayat yang lain, Nabi saw bersabda:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang sholat pada dua waktu yang dingin ( subuh dan ‘asar ), maka ia akan masuk surga”. ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Begitu sulitkah sholat Shubuh ?

Mengapa hanya sholat subuh yang ditekankan?.  Bukan  bermaksud membeda-bedakan satu sholat dengan sholat yang lain, tetapi sholat subuh punya nilai tersendiri. Ia adalah standar bagi sholat seseorang. Jika seseorag mampu bangun untuk sholat subuh, tentu ia pun akan lebih mudah untuk melakukan sholat fardhu yang lain.

Sholat subuh juga merupakan salah satu standar untuk mengukur keimannan  atau kemunafikan seseorang. Sebab subuh dan isya merupakan  dua sholat yang paling berat bagi orang munafiq. Rasulullah ` bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلاَةِ عَلَى الْـمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْـعِشَاءِ، وَصَلاَةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.

“Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafiq adalah isya dan shubuh, seandainya mereka mengetahui pahala yang terkandung dalam sholat isya” dan sholat subuh niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan  merangkak”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagian orang saat ditanya mengapa jarang sholat subuh berjamah di masjid? mereka menjawab bahwa ia sudah berusaha untuk bangun subuh dan ingin sholat berjamah di masjid, tetapi selalu gagal dan mesti bagun telat hingga tak berjamaah sholat shubuh. Sebenarnya setiap orang memiliki potensi dan kemampuan yang sama. Allah lmemberikan modal kepada semua manusia yang dapat ia gunakan. namun yang membedakan  adalah kemauan. Manakala seseorang memiliki kemauan yang kuat serta azam yang tinggi, dialah yang memenangkan kompetisi. Sungguh Allah swt tak  membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَهَا.

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan”. (QS Al Baqarah: 286)

Kesimpulannya, bukannya kita tak mampu atau kesulitan untuk bangun subuh, tetapi tekad dan kemauan yang lemah lah yang membuat kita malas dan enggan untuk bangun subuh. Buktinya  jika seseorang bekerja di suatu perusahaan dengan aturan harus masuk setiap hari jam 7 tepat,  bila terlambat akan mendapar sanksi atau dipotong gajinya, padahal tempat tinggalnya cukup jauh, pasti ia akan berusaha semaksimal mungkin dengan segala cara supaya ia bisa dantang sebelum jam 7.  Bisa dipastikan Ia akan bangun pagi-pagi menyiapkan diri seraya menghitung jarak tempuh dari rumah ke tempat kerjanya, walaupun ia harus bangun sebelum subuh. Itulah sifat manusia ia akan melakukuan sesuatu yang mendatangkan keuntungan baginya atau bisa menolak keburukan yang akan menimpanya, walupun sangat besar resikonya.

Sangat mengherankan bila  ada orang kafir yang bangun pagi untuk jalan- jalan sebelum berangkat kerja atau bahkan bangun pagi hanya untuk mengajak anjingnya jalan pagi agar bisa menghirup udara segar.  Namun  sebagian kaum muslimun justru masih pulas tidur dan enggan melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Padahal Allah l menjanjikan cahaya yang sempurna di hari kiamat bagi mereka yang menjaga sholat subuh berjamaah. Diriwayatkan dari Barirah Al- Aslami z, bahwa Rasulullah saw bersabda:

بَشِّر المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنُّورِ التامِّ يوم القيامة.

“Berilah kabar gembir kepada orang- orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. ( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi )

Yaitu cahaya bagi orang mukmin ketika hari kiamat, saat seseorang membutuhkan cahaya untuk menapaki shirath yang gelap gulita penuh ujian dan kesulitan. Ketika cahaya orang-orang munafik berangsur surut kemudian padam. justru cahaya orang yang selalu menjaga sholat subuh dan isya’ senantiasa menyala dengan terang dan sempurna.

Ancaman melalaikan sholat shubuh

Tidakkah kita takut  dengan ancaman Allah pada hari kiamat?. Mari kita renungkan hadits dibawah ini:

Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub bahwasannya Rasulullah saw bermimpi, beliau bercerita: ”Sungguh telah datang kepadaku tadi malam dua tamu ( Jibril dan Mikail ). Keduanya diutus kepadaku dan berkata: “Berangkatlah!, Lalu aku pergi bersama mereka. Kami mendatangi orang yang sedang tidur sedang ada orang lain berdiri sambil membawa batu, kemudian tiba- tiba ia menghantamkan batu tadi  ke kepala orang yang tidur hingga hancur. Kemudian ia mengambil batunya lagi dan ia tidak mengulangi perbuatannya hingga kepala orang pertama kembali pulih seperti semula. Rasulullah berkata: subhanallah! Apa ini?. Mereka berdua menjawab: lanjutkan perjalanan………

Diakhir hadits kedua malaikat tadi mulai menjelaskan beberapa peristiwa yang beliau saksikan: “Adapun orang yang pertama kamu saksikan tadi yang memecahkan kepalanya dengan batu dia adalah orang yang menghafal al qur’an namun kemudian mencampakkannya begitu saja lalu tidur hingga lalai melaksanakan sholat wajib”.  (HR. Bukhari ).

Bila kita mau berkaca, umat-umat terdahulu selalu  dihancurkan oleh Allah swt pada waktu subuh,  ketika mereka tertidur dengan lelapnya. Tidakkah kita takut bila azab Allah swt datang sementara kita sedang tertidur dan lalai dari mengerjakan sholat subuh berjamaah di masjid.

وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ.

“Berapa banyak negeri yang kami binasakan, siksaan kami datang ( menimpa penduduk )nya pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat siang hari”. ( Al a’raf: 4 )

Kita merindukan suatu hari dimana masjid- masjid sesak dan penuh dengan orang- orang yang melakukan sholat jamaah di setiap sholat fardhu, hingga tak ada bedanya antara sholat shubuh dengan sholat jumat. Bila sudah demikian pasti kejayaan umat ini tak akan lama lagi kembali. Amiin…….!(Darusy Syahadah)

Wallahu a’lam bishshowab.

Komentar