Anakpondok.com - HADAPI HIDUP INI APA ADANYA !
Kondisi dunia ini penuh kenikmatan,
banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna.
Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan
kesulitan hidup.
Dan,
Anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.
Anda tidak akan pernah menjumpai
seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat
tinggal, atau pekerjaan
yang
padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan.
Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal …
Terdapat sesuatu yang buruk dan tidak Anda
sukai.
Maka
dari itu,
“PADAMKANLAH PANASNYA KEBURUKAN PADA SETIAP
HAL ITU
DENGAN DINGINNYA KEBAIKAN YANG ADA PADANYA.”
Itu
kalau Anda mau selamat dengan adil dan bijaksana.
Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.
Allah menghendaki dunia ini…
sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling
berlawanan,
dua
jenis yang saling bertolak belakang,
dua
kubu yang saling berseberangan,
dan
dua pendapat yang saling berseberangan.
Yakni, yang baik dengan yang buruk,
kebaikan dengan kerusakan,
kebahagiaan dengan kesedihan.
Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan…
semua yang BAIK, kebagusan dan kebahagian itu
di SURGA.
Adapun yang BURUK, kerusakan dan kesedihan
akan dikumpulkan di NERAKA.
“Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua
yang ada di dalamnya,
kecuali dzikir kepada Allah dan semua yang
berkaitan dengannya,
seorang yang ‘alim dan seorang yang belajar,”
begitu hadist berkata.
Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan
kenyataan yang ada.
Jangan larut dalam khayalan.
Dan,
jangan pernah menerawang ke alam imajinasi.
Hadapi kehidupan ini apa adanya;
kendalikan jiwa Anda untuk dapat
menerima dan menikmatinya!
Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman
tulus kepada Anda
dan
semua perkara sempurna di mata Anda.
Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu bukan
ciri dan sifat kehidupan dunia.
Bahkan, isteri Anda pun tak akan pernah
sempurna di mata Anda.
Maka dalam hadist,
“Janganlah seorang mukmin mencela seorang
mukminah (isterinya),
sebab jika dia tidak suka pada salah satu
kebiasaannya
maka
dia bisa menerima kebiasaannya yang lain.”
Adalah seyogyanya bila kita merapatkan
barisan-menyatukan langkah,
saling memaafkan dan berdamai kembali,
mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan,
meninggalkan hal-hal yang menyulitkan,
menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat
tertentu,
meluruskan kangkah, dan mengesampingkan
berbagai hal yang mengganggu.
YAKINILAH BAHWA ANDA TETAP MULIA BERSAMA
PARA PENERIMA COBAAN!
Tengoklah kanan kiri…
Tidakkah Anda menyaksikan betapa banyaknya
orang yang sedang mendapat cobaan,
dan
betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana?
Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang
merintih,
dan
setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.
Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang
terjadi,
dan
betapa banyak pula orang-orang yang SABAR menghadapinya.
Maka
Anda bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan.
Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan
Anda
tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan
orang lain.
Berapa banyak di dunia ini orang yang
terbaring SAKIT
di
atas ranjang selama bertahun-tahun
dan
hanya mampu membolak-balikkan badannya,
lalu
merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.
Berapa banyak orang yang DIPENJARA selama
bertahun-tahun
tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari
sekalipun,
dan
ia hanya mengenal jeruji’jeruji selnya.
Berapa banyak orang tua yang harus
KEHILANGAN buah hatinya,
baik
yang masih belia dan lucu-lucunya,
atau
yang sudah remaja dan penuh harapan.
Betapa banyaknya di dunia ini orang yang
MENDERITA,
mendapat ujian dan cobaan,
belum lagi mereka yang harus setiap saat
menahan himpitan hidup.
Kini, sudah tiba waktu Anda…
untuk memandang diri Anda MULIA bersama mereka
yang
terkena MUSIBAH dan mendapat COBAAN.
Sudah tibapula waktu Anda untuk menyadari
bahwasanya kehidupan di dunia ini merupakan
PENJARA bagi orang-orang MUKMIN,
tempat kesusahan dan cobaan.
Di pagi hari,
istana-istana kehidupan penuh sesak dengan
penghuninya,
namun menjelang senja istana-istana itu ambruk
menjadi reruntuhan.
Mungkin saat ini kekuatan masih prima,
badan masih sehat,
harta melimpah, dan keturunan banyak
jumlahnya.
Namun dalam hitungan hari saja semuanya bisa
berubah:
jatuh miskin, kematian datang secara tiba-
tiba,
perpisahan yang tak bisa dihindarkan, dan
sakit yang tiba-tiba menyerang.
“Dan, telah nyata bagimu bagaimana Kami
berbuat terhadap mereka
dan
telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”
(QS.
Ibrahim: 45)
Sebaiknya Anda MEMPERSIAPKAN DIRI
sebagaimana kesiapan seekor unta berpengalaman
yang
akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara.
Bandingkan penderitaan Anda…
dengan penderitaan orang-orang di sekitar Anda
dan
orang-orang sebelum Anda,
niscaya Anda akan SADAR…
bahwa Anda sebenarnya lebih beruntung
dibanding mereka.
Bahkan, Anda akan merasakan
bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri
kecil yang tak ada artinya.
Maka, panjatkan segala PUJIAN kepada Allah
atas semua kebaikan-Nya itu,
bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang
diberikan
Kepada Anda, bersabarlah atas semua yang
diambil-Nya,
dan
yakinilah kemuliaan Anda bersama orang-orang menderita di sekitar Anda.
Banyak suri tauladan Rasulullah s.a.w. yang
perlu Anda contoh.
Syahdan, beliau pernah dilempar kotoran
unta oleh orang-orang kafir Makkah,
kedua kakinya dicederai dan wajahnya mereka
lukai.
Dikepung dalam suatu kaum beberapa lama…
hingga beliau hanya dapat makan dedaunan apa
adanya saja,
diusir dari Makkah, dipukul gerahamnya hingga
retak,
dicemarkan kehormatan isterinya, tujuh puluh
sahabatnya terbunuh,
dan
seorang putera serta sebagian besar puterinya meninggal dunia
pada
saat beliau sedang senang-senangnya membelai mereka.
Bahkan, karena terlalu laparnya,
beliau pernah mengikatkan batu di perutnya
untuk menahan lapar.
Beliau pernah pula dituduh sebagai seorang
penyair (bukan penyampai wahyu Allah),
dukun, orang gila dan pembohong.
Namun, belaiu tetap BERSABAR dan Allah
MELINDUNGINYA dari semua itu.
Dan semua hal tadi merupakan COBAAN yang
harus beliau hadapi dan PENYUCIAN JIWA yang
tiada tara dan tandingannya.
Sebelum itu,
Nabi
Zakariya dibunuh kaumnya,
Nabi
Yahya dijagal,
Nabi
Musa diusir dan dikejar-kejar,
dan
Ibrahim dibakar.
Cobaan-cobaan itu juga menimpa para
khalifah dan pemimpin kita;
Umar
r.a. dilumuri dengan darahnya sendiri,
Utsman dibunuh diam-diam,
dan
Ali ditikam dari belakang.
Dan
masih banyak lagi para pemimpin kita
yang
juga harus menerima punggungnya penuh bekas cambukan,
dijebloskan ke dalam penjara, dan juga dibuang
ke negeri lain.
”Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu akan MASUK
SURGA?
Padahal belum datang kepadamu (cobaan)
sebagaimana halnya orang-orang terdahulu
sebelum kamu?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan,
serta digoncangkan (dengan bermacam-macam
cobaan)
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya:
“Bilakah datangnya pertolongan Allah?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu
amat dekat.
(QS.
Al-Baqarah: 214)
LSF – DR Aidh Al Qorn

Komentar
Posting Komentar